Medsos Sempat Dibatasi, Omset Vega Jely Sempat Turun Drastis

Jakarta, Sudah hampir setahun ini, penyanyi dancedhut Vega Jely mengelola usaha bisnis online. Peran medis sosial, seperti Facebook, Twitter dan Instagram, sangat membantu pelantun single “Rejeki Anak Sholeh” ini dalam mempromokan produk dagangannya.

Ia menjual baju, kebaya, batik, kerudung, dan kostum muslimah. Langganannya mencakup seluruh penjuru tanah air hingga luar negeri.

Tapi saat kebijakan pemerintah berupa pembatasan akses media sosial (medsos) dibatasi kemarin, Vega pun mengalami kerugian hingga 90%.

“Yang nyebar hoax siapa, yang kena imbas siapa, padahal jika dimatikan medsos dampaknya susah untuk masyarakat, orang sekarang apa-apa pekerjaan melibatkan medsos,” tutur Vega di halaman status WhatsApp miliknya.

Menurutny, hanya orang emosional yang mudah termakan hoax. Ia berharap ke depannya, pengguna medsos yang berpikiran positif, tidak menjadi korban pembatasan medsos.

“Sejak pemerintah membatasi akses ke WA dan sejumlah medsos lainnya, beberapa hari lalu, pesanan dari pelanggan sangat berkurang, bahkan enggak ada pesanan,” keluhnya.

Sekarang, Vega merasa lega. Ia bersyukur, karena pemerintah telah mencabut pembatasan itu.

“Alhamdulilah gue bersyukur banget. Gue seneng banget bisnis gue ini lancar, bener kata pepatah kalo kita mau berusaha pasti selalu ada jalan, bener banget, awalnya daster lama lama jadi butik colection, semoga lancar ya Allah, Aamiin!,” papar pemilik Vega Jely Collection ini, kepada NAGASWARA News. NSM/KimSadewa

Mau tau berita lainnya seputar Vega Jelly, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com