Gonta-ganti Warna Musik, Chippy Ngaku Selalu Serius

Jakarta, Mengawali karir sebagai personil grup band TQLA, jadi pondasi karakter bernyanyi pelantun “Chayank Akoe”, Chippy. Bersama TQLA, perjalanan manggung Chippy dari kafe ke kafe dengan genre musik pop kian matang.

Namun, seiring berjalannya waktu, Chippy dan rekannya di TQLA, Ika Nico, membentuk grup 2NAGA. Berbeda dari genre pop yang selama ini mereka tekuni, 2NAGA hadir dengan genre musik dangdut.




“Dasarnya memang pop, lalu ke dangdut karena pasar musik saat itu lebih terbuka ke genre dangdut. Berhubung TQLA vakum, aku dan Ika terus jalan mencoba musik dangdut bersama 2NAGA,” terang Chippy di NAGASWARA Studio, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2021).

Sempat merilis dua single, “Abang Bagi Duit” dan “Ngabuburid”, 2NAGA kemudian vakum. Pada momen tersebut, Chippy memutuskan untuk tampil solo. Awal tahun 2020 yang lalu, penyanyi yang juga dikenal sebagai MC itu merilis single dangdut, “Chayank Akoe”.

Siapa mengira, untuk single kedua yang tengah dipersiapkan, Chippy justru memilih melepaskan warna musik dangdut. Meski pindah-pindah genre, ia menyebut selalu serius dalam merilis setiap lagu terbaru.

“Meskipun pindah-pindah genre, aku tidak ingin seadanya. Bahkan untuk terjun ke genre dangdut saat itu, NAGASWARA sampai memberikan training khusus untuk aku dan Ika supaya menguasai teknik nyanyi dangdut,” katanya.

Prinsip sama diterapkan Chippy untuk single terbarunya yang segera rilis. Dalam single terbarunya warna musik pop modern dengan karakter etnik kental akan hadir. Di single ini juga ada teknik vokal sinden yang menguatkan unsur etnik lagu.

“Bukannya aku tidak mau nyinden, tapi aku tidak mau seadanya. Supaya nggak kehilangan nyawa etniknya, dalam lagu itu pakai sinden profesional asal Yogyakarta. Tapi sampai sekarang aku tetap latihan untuk menyempurnakan cara nyinden,” tambah penyanyi yang juga penggila olahraga golf itu. (ary)

Mau tau berita lainnya, baca disini




Share Yah

Comments

comments