Ucie Sucita Hampir Kena Begal

Jakarta, Berkendara di dalam lajur tol memang tidak selamanya aman, khususnya pada waktu tengah malam. Seperti yang dialami penyanyi dancedhut Ucie Sucita, yang terpaksa pulang malam ke Bandung, karena ingin segera bertemu ibunda.

Kebetulan malam pekan kemarin, pelantun single “Dibuang Sayang” itu hanya berdua bersama teman yang mengantarnya pulang ke Bandung.

“Malam itu, enggak pake supir, setiap weekend sering pulang ke Bandung atau Sumedang, pulang malem, dari Bandung tengah malam, jalan santai,” tuturnya.

Namun saat berada di sebuah rest area, kawasan Cikampek arah Jakarta, Ucie Sucita merasa ada kejanggalan.

“Ada orang yang ngeliatin aku masuk mobil, lalu kami tancap gas, dan kebetulan teman aku jalannya cepet, sudah kayak fast and furious gitu, tiba-tiba ada mobil yang ngikutin dari belakang,” bebernya.

Menurut pelantun single “Kalau Bulan Bisa Ngomong” itu, mobil misterius itu sejenis SUV warna silver. “Mereka tiba-tiba teriak, woi berhenti, gitu teriak!”

Pengemudi mobil itu seperti mengajak berantem seolah-olah mobil Ucie punya kesalahan menyenggol mobil dia. Padahal tidak. Tapi teman Ucie yang memegang kemudi sudah keburu emosi.

“Temanku sudah emosi donk digituin, wah harga diri nih, tapi buru-buru aku redam, udah sabar dulu, kita enggak ada masalah sama dia, jangan keluar pintu,” ucapnya.

Ketika mobil itu sudah menghadang di depan mobil Ucie, di jalanan tol yang sepi tersebut, tiba tiba ada beberapa truk dengan lampu yang terang datang dari arah belakang mereka.

Ucie berfikir, dirinya tidak mau ada urusan dengan orang yang tidak dikenal dan posisi sedang berada di kawasan yang tak dikenal.

Kesempatan ini buru-buru digunakan Ucie menyelamatkan diri sebelum terjadi upaya begal yang tidak diinginkan. “Dan benar saja, setelah kami telepon polsek setempat memang wilayah itu sering terjadi begal dan perampokan dengan modus seperti itu, semoga masyarakat lebih berhati-hati,” tegasnya. NSM/KimSadewa

Mau tau berita lainnya seputar Ucie Sucita, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com