Pay Caramel, Nyandu Gitar Sejak Kecil

diberitain.com – Jakarta, Lewat sebuah gitar, karya-karya musik Caramel band diawali. Single “Jauh” ciptaan Pay Caramel adalah salah satu karya yang hadir melalui petikan gitar. Sebagai seorang gitaris tentu saja sosok Pay yang bernama lengkap Rifa’I Illyas itu harus melalui tahapan belajar dari nol. Sejak duduk di bangku SMP, Pay mengaku sudah nyandu dengan alat musik berdawai itu.

“Pertama kali saya belajar gitar itu SMP kelas dua karena waktu itu aku besar di lingkungan teman-teman yang suka bermain gitar. Jadi itu salah satu yang mempengaruhi saya bisa bermain gitar. Lagu yang pertama kali saya bisa mainkan itu lagunya GIGI yang berjudul ‘Janji’,” ungkap Pay menceritakan pertama kalinya ia belajar gitar.

Sebagai bocah yang baru belajar main gitar, sudah pasti Pay Caramel saat itu berkeinginan besar memiliki alat musik petik tersebut. Ia pun mulai merengek orang tuanya minta dibelikan gitar. Pay pertama kali punya gitar akustik saat duduk di kelas 3 SMP. Gitar merk Yamaha itu dibelikan oleh ibunya.

“Gitarnya tidak sesuai dengan keinginanku. Karena mama waktu itu asal beli aja jadi bukan gitar yang original. Baru sehari di beli gitar itu aku pinjamin ke teman. Gitarnya hancur karena jatuh,” lanjut Pay menceritakan sejarah gitar dalam hidupnya.


Jadi Penjaga Studio Demi Gitar Listrik

Pay baru punya gitar lagi saat duduk di bangku SMA. Ayahnya membelikan sebuah gitar akustik merk Prince. Gitar itu kemudian dijadikan Pay sahabat, dan dibawa kemanapun ia pergi. Dari situ ia pun mulai tekun belajar main gitar dan mencoba-coba membuat lagu sendiri.

“Saya sempat kursus gitar privat sama Oscar, gitaris Loejoe Band & Edo. Trus gitaris Moster band dan beberapa gitaris lainnya. Lulus SMA walau sudah mulai ngeband,” lanjut Pay.

Karena keinginan yang kuat ingin belajar dan bermain gitar listrik, Pay Caramel pun memutuskan untuk menjadi penjaga studio. Ia sempat bekerja di ET Music Studio.


Awali Karir Musik Lewat Band

Dari sinilah Pay mulai menekuni karir bermusik di kota Makassar. Sayangnya, orang tuanya tidak mendukung Pay bermain musik. Pasalnya, orang tua Pay mengharapkan dirinya menyelesaikan pendidikan ketimbang karir di dunia musik.

“Saya tidak di beliin gitar eletrik waktu itu walau pun sudah manggung kemana-mana dan juara-juara festival musik di Makassar bareng Cinderella band. Karena melihat bakat dan keseriusan saya di musik pas bentuk Caramel band beberapa bulan kemudian. Akhirnya saya dibelikan gitar eletrik merek Gibson,” lanjut Pay.


Miliki 2 Gitar Listrik dan 2 Gitar Akustik

Semenjak mendapat lampu hijau dari sang ayah berkarir di dunia musik, Pay banyak mengikuti festival band dan mulai berkarya membuat lagu sendiri hingga terbentuklah Caramel Band. Saat ini Pay memiliki 4 gitar yang terdiri dari 2 gitar akustik dan 2 gitar eletrik. Salah satu yang selalu dipakai ke mana-mana adalah gitar merek Gibson yang dibelikan ayahnya saat berulang tahun. Ia masih berharap dapat memiliki beberapa gitar lagi.

“Saya selalu berusaha jadi diri sendiri saat berkarya. Setiap musisi punya ciri khas sendiri. Doakan karya-karya Caramel bisa diterima,” terang Pay yang mengidolan gitaris-gitaris manca negara seperti Jimi Hendrix, Joe Satriani, Steve Vai, Eric Clapton dan lain-lain. NSM/Rul

Mau tau berita lainnya seputar Caramel, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com