Corona, Baby Shima Pilih Tetap Tinggal di Indonesia atau Balik ke Malaysia?

Jakarta, Penyanyi asal Malaysia yang kini berkarir di Indonesia, Baby Shima, mengaku bingung, tetap berada di Indonesia atau kembali ke Malaysia. Pasalnya, selama virus corona merebak di Indonesia, Shima banyak mendapat nasehat untuk segera pulang sementara waktu ke Malaysia. Padahal, Indonesia dan Malaysia adalah dua negara Asia yang tengah terjangkiti pandemi corona.

“Jadi ramai yang bagi tahu Shima sejak terjadinya case ini, wabah ini. Ramai yang bagi tahu, baliklah ke Malaysia. Sebab apa-apa pun yang terjadi nanti, senang di tempat sendiri. So sebab itu Shima rasa macam confuse sekarang ini apa yang patut Shima buat,” ungkap Baby Shima lewat konten yang di-upload di akun YouTube pribadinya, Minggu (22/3/2020).

Penyanyi yang berduet bersama Sule di single Terpisah Jarak dan Waktu itu diketahui sudah tiga tahun terakhir menetap di Indonesia. Ia hanya pulang ke Malaysia kalau ada pekerjaan di sana, atau merayakan Idul Fitri dengan keluarga besarnya. Tak salah jika aktivitas kesehariannya di habiskan di Indonesia, termasuk saat virus corona tengah menjadi momok belakangan ini.

“Sekarang ini Shima sudah brapa hari nggak keluar. Jadi, makanan di rumah pun sudah habis. So Shima terpaksa keluar untuk membeli makanan. Jadi Shima akan tunjuk ke korang, situasi di Indonesia macam mana,” jelas penyanyi yang juga dikenal sebagai Ratu Smule itu.

Dari video yang ia bagi, Baby Shima terlihat berada di daerah Jakarta Pusat. Ia kemudian masuk ke sebuah mall, dan membeli beberapa kebutuhan makan-minum sehari-hari seperti minyak goreng, roti dan mi instan. Ia sengaja mencari makanan yang tahan lama supaya tidak sering keluar rumah.

“Shima tak tahu sekarang ini Shima patut buat apa. Shima patut balik ke Malaysia atau Shima tinggal saja di Indonesia. Tiket flight pun sudah habis. Sudah full semuanya. 50:50 rasanya, nak balik kah-nak tinggal di sini,” ujar Shima dengan nada sedikit bingung. NSM/(aa)

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com