Mimie Fhara Prihatin Keresahan Masyarakat Sekarang

Jakarta, Banyaknya masyarakat yang resah dengan pandemi corona dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dari pemerintah. Hal tersebut membuat mereka semakin sulit mencari nafkah.

Penyanyi asal Garut, Mimie Fhara, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Penyanyi yang berlatar belakang seorang pesinden ini, jadi ingat bagaimana sulitnya mencari nafkah. Ia pernah hanya dibayar 70 ribu rupiah sekali manggung di kala itu.

“Awal job manggung saat saya sekolah SMP, saya manggung di kampung banget, terus saya cuma dibayar 70 ribu, betapa susahnya nyari uang waktu itu,” kenang pelantun single “Hatiku Terluka” ini.

Meski bayaran kecil, Mimie tak putus asa. Ia berharap kepada masyarakat sekarang semoga tetap semangat dan berdoa, seperti dirinya waktu itu.

Ia tetap semangat bernyanyi dari panggung ke panggung. Ia pun sempat bergabung dengan grup musik di Bandung. Dari situlah, ia mulai banyak kenalan musisi dan produser dangdut.

Tak hanya itu, Mimie Fhara juga pernah merilis beberapa single dengan dari indie label. Mimie pun akhirnya memutuskan untuk maju menjadi profesional dengan bergabung dengan perusahaan rekaman terbesar, di NAGASWARA.

“Awalnya dari pesinden Sunda terus ke dangdut. Ya, saya merasakan agak sulit tapi saya coba terus dan akhirnya terbiasa,” ujar pesinden kelahiran Garut, Jawa Barat, 14 Agustus 1998 itu, kepada NAGASWARA News, Rabu (8/4/2020) kemarin. NSM/[KimSadewa]

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com