Tradisi Maulid di Kampung Halaman Vega Jely

Jakarta, Merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid, sudah menjadi tradisi bagi sebagian besar umat Islam. Sebagai seorang muslim, pedangdut Vega Jely pun sudah terbiasa ikut merayakan hari kelahiran Nabi tersebut. Bahkan sejak usia kanak kanak, Vega selalu mengikuti tradisi di daerah asalnya, Banten.

“Membuat bingkisan, merayakan dengan tradisi yang ada, seperti bersedekah, berbagi saling membantu saudara yang kurang mampu,” ungkap penyanyi yang akan syuting video klip single terbaru pada hari Kamis (22/11/2018) mendatang.

Semua itu meurutnya, dilakukan dengan penuh suka cita. Sehingga sampai sekarang, peringatan hari kelahiran baginda Nabi besar Muhammad SAW terasa sangat berkesan.

“Dari kecil sampai sekarang, sangat berkesan, karena di desa kelahiranku di Serang Ciomas Padarincang, Banten, itu unik banget cara maulidnya,” ujarnya.

Unik karena setiap rumah membuat bingkisan dengan aneka ragam bentuk. Misalnya seperti rumah, perahu dan masjid.

“Semua bingkisan itu terbuat dari kayu, dan isinya sedekah untuk amal. Di dalamnya ada uang ditata mirip bendera,” terang Vega.

Selain itu juga ada nasi, ikan, baju dan semua sandang pangan. Dimana semua itu langsung dibagikan ke janda tua dan fakir miskin.

“Jadi betapa berkahnya, merayakan Maulid Nabi dengan penuh kegembiraan karena berkumpul juga dengan semua keluarga dan para tetangga dari setiap RT bergabung,” pungkasnya. NSM/KimSadewa

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com