Susi Ngapak, Pesinden Kini Penyanyi Dancedhut

Jakarta, Wajah Susi Ngapak kini sering menghiasi layar kaca. Mulai dari Lida Indosiar, hingga hadir di Sitkom bersama Komeng dan kawan-kawan, Susi Ngapak pun mulai padat kegiatan. Sebelumnya, Juara Kedua “Bintang Pantura 3” Indosiar ini mulai karirnya menjadi sinden di pagelaran wayang kulit di Jawa Tengah. Kemudian, Susi Ngapak mencoba peruntungan di dunia tarik suara dengan merilis singel berjudul “Kuper” (Kurang Perhatian).

Susi yang kental dengan logat ngapak Banyumas ini mengaku yakin suara khasnya tersebut bisa menjual. “Lagu Kuper bisa diartikan kurang perhatian dan kurang pergaulan, ini merupakan lagu pengalaman pribadi sebab dari kecil hingga SMA saya nggak pernah pacaran,” tutur Susi Ngapak saat ditemui di Studio 5 Daan Mogot, Jakarta Barat, kemarin.

Terlahir dari keluarga sederhana, Susi memang sudah mandiri sejak kecil, semuanya dijalani dengan riang.

“Bapakku pernah transmigrasi ke Sumatera, lalu gagal panen di sana, akhirnya pulang kampung lagi ke Banyumas, saya akhirnya bertekad untuk bantu ekonomi keluarga, karena bapak hanya penggarap sawah di kampung, tapi bukan pemilik sawah,” papar pelantun single “Bojo Siji” ini.

Susi yang memilii aura positif ini mengaku menggeluti dunia dangdut bukanlah hal yang baru. Sebab dirinya sudah sering menjadi penyanyi keliling di Jawa Tengah dan beberapa wilayah Jawa Barat, seperti Indramayu dan Cirebon.

“Semua lagu tarling aku hapal, saya sudah keliling kemana-mana demi menggapai cita-cita saya menjadi penyanyi terkenal,” paparnya.

Susi juga mengaku bisa menyinden lagu-lagu Jawa Campur Sari. “Sering ikut wayang kulit, sama pak dalang, di Purwokerto paling sering saya nyinden,” ujarnya. NSM/KimSadewa

Mau tau berita lainnya seputar Susi Ngapak, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com