Sidang Kasus Pelanggaran Hak Cipta, Saksi Ahli Sebut Pelaku Dapat Keuntungan dari AdMob

Jakarta, Sidang keempat perkara pelanggaran Hak Cipta antara NAGASWARA dengan terdakwa KW di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019) kemarin, menghadirkan saksi ahli Saji Purwanto, dari LabCrime Forensik Polda Metro Jaya.

Menurut Saji, dari barang bukti sudah jelas bahwa terdakwa memulai bikin aplikasi, kemudian disisipkan software penyedia iklan namanya AdMob by Google untuk Monetisasi Aplikasi yang dibuat oleh KW tanpa seijin pihak publishing alias pemilik MP3 (NAGASWARA).

Karena tampilnya iklan di aplikasi tersebut, sehingga pembuat konten mendapat pemasukan yang dibayar oleh google ke rekening istrinya.

Saji menambahkan, ada semacam sebab akibat, dimana pelaku menaruh file lagu Zaskia Gotik (Mp3) yang ia comot tanpa seijin publishing NAGASWARA.

Materi lagu tersebut, fungsinya untuk memancing pengunjung pada aplikasi tersebut, sehingga secara otomatis, pengakses aplikasi akan menonton iklan yang ditayangkan oleh AdMob.

“Setiap orang yang mengakses aplikasi itu, maka akan timbul iklan, karena sudah terpasang AdMob tadi,” tegas Saji Purwanto saat ditemui di PNi Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

Jadi runtutannya sangat jelas, pengguna Android bisa mengakses aplikasi tersebut, lalu bisa mendengarkan MP3, dan kemudian ada tayangan iklan yang dinamakan Pop Up. Pop Up yang dimunculkan oleh AdMob yang telah dipasang oleh pelaku itulah yang memberikan keuntungan pada si pembuat aplikasi (liar).

Menurut keterangan terkait, diguga banyak aplikasi yang dibuat pelaku dengan keuntungan yang tak terhingga. Tapi penyidik keburu menangkap dan memblokir aplikasi tersebut.

Pelaku berinisial KW yang ditangkap dan sekarang menjadi terdakwa terancam hukuman 9 tahun penjara sesuai UU ITE nomor 32. NSM/[KimSadewa]

Mau tau berita lainnya seputar NAGASWARA, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com