Saksi Ahli Gen Halilintar, Kalau Pencipta Merasa Dirugikan Ia Bisa Komplain

Jakarta, Selepas sidang dugaan pelanggaran hak cipta antara NAGASWARA Publisherindo Music melawan keluarga Gen Halilintar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (2/2/2020), NAGASWARA News sempat melakukan wawancara khusus dengan Suyud Margono, saksi ahli dari pihak Gen Halilintar sebagai tergugat.

Sesaat setelah selesai memberikan ‘paparan’nya, ia nampak beranjak keluar menemui Sunan Kalijaga, kuasa hukum Gen Halilintar di depan ruang sidang.

Kemudian, ia pun mendapat berbagai pertanyaan dari awak media yang sudah menunggunya beberapa saat sebelumnya.

Kalau seseorang melakukan covering lagu dengan merubah lirik menurut Bang Suyud bagaimana?

“Tergantung penciptanya itu sendiri, keberatan atau tidak dengan adanya tindakan tersebut. Kalau secara signifikan perubahannya, dan itu merugikan bagi pencipta, bahkan dia bisa mengajukan komplain kepada pengubah lirik tersebut.”

Dalam berkarya musik, menurut Suyud, pengubahan suatu ciptaan tersebut, sesuai essensi dari ciptaan tersebut atau tadi?

“Merusak ciptaan itu atau tidak, apabila ternyata bisa menambah kreativitas dari suatu karya seni yang sebelumnya sudah pernah ada, ciptaan ini bisa dianggap suatu karya baru,” jawabnya seolah-olah membela klien-nya.

“Kalau memang secara signifikan, aransemen baru ternyata merugikan si pencipta, silahkan ia mengajukan tuntutan,” tambahnya.

Kalau musik sama, dan lirik dirubah 100 persen, bagaimana hukumnya?

“Sebetulnya di bidang musik itu yang didengar adalah musik, dia buat lirik baru, itu harus dihargai sebagai suatu ciptaan. Karena kegiatan pengcoveran di jaman sekarang ini, sangat dimungkinkan, sepanjang apakah pemegang hak cipta itu menjadi anggota manejemen lembaga kolektif atau tidak.”

Disini fungsinya LMK (Lembaga Manajemen Kolektif), adanya keterbukaan, akan membuat sistem yang memang bisa dipertanggungjawabkan terhadap publik.

“Memang, ternyata, ada by sistem, bukan memberikan persetujuan atas, artinya menurut saya, si pencipta juga menikmati hasil arransemen yang diupload di media online,” paparnya.

Tapi pencipta tidak menikmati, pihak gen, mendapat keuntungan melalui YouTube, bertambahnya subscriber, bagaimana menurut anda?

“Baik, ya memang bisa terjadi demikian, pencipta bisa mengajukan keberatan atas hal tersebut. Kalau memang itu ada unsur pelanggaran, dia harus membuktikan pelanggaran di bidang hak cipta tersebut. Perlu diperhatikan juga, apalah hak moralnya diambil, lalu terjadi perubahan lirik dan sebagainya. Apalagi kalau kegiatan itu disengaja oleh pelaku si pengcover tersebut.”

Sanksi apa saja yang bisa dikenakan kepada pihak pengcover lagu tanpa ijin itu?

“Dia bisa digugat diganti kerugian sesuai kewenangan pengadilan niaga, essensi gugatan itu karena di undang-undang disebutkan karena tidak terjadi kesepakatan atas penyelesaian sengketa alternatif. Sebetulnya ini sifatnya wilayah private, dan bisa diselesaikan secara alternatif, sesuai saran saya,” tekannya.

“Essensinya, sesuai fakta, ia menyanyikan lagu yang sudah populer. Artinya dia bisa dianggap sebagai penggubah lagu untuk penamahan lirik tertentu. Problemnya, suatu ciptaan digunakan oleh pihak lain tanpa ijin,” tandas dosen di sebuah perguruan tinggi ini. NSM/ [KimSadewa]

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com