Ren Tobing Selama #dirumahaja Kerjakan Apapun Lewat Handphone

Jakarta, Penyanyi yang juga sibuk dalam bisnis manajemen perhotelan ini mengaku harus mematuhi peraturan pemerinta untuk melakukan apapun di rumah alias social distancing. Namun meski harus #dirumahaja, semua kegiatan pekerjaan maupun karirnya di musik tetap ia lakukan meski semuanya harus menggunakan handphone.

“Saya sudah mengikuti anjuran social distancing dari minggu pertama dihimbau. Ada beberapa jadwal promo single terbaru saya, termasuk juga interview dibeberapa radio saya tangguhkan dan saya alihkan menjadi phone interview saja. Selain itu memang saya aktif di perusahaan yang saya rintis, yang memang kita lakukan melalui rumah atau work from home, (WFH), ” ungkap Ren Tobing saat dihubungi NAGASWARA News, Selasa (7-04-2020).

Diakui Ren memasuki minggu keempat dirnya selama #dirumahaja dan #workfromhome ia masih merasa baik-baik saja. Diminggu pertama masih cukup menyenangkan dan produktif. Memasuki minggu ke dua sebenarnya sudah mulai memasuki fase yang agak jenuh dan agak khawatir, mendengar berbagai berita yang lebih banyak konten menakutkan nya daripada memberikan harapan-harapan. Saat minggu kedua Ren merasa sudah mulai susah berkonsentrasi untuk tetap di rumah saja.

“Untuk mengurangi rasa bosan saya selingi dengan berbelanja kebutuhan rumah dan aktif bersama keluarga dengan ada rasa kekhawatiran. Ini puncaknya terjadi sampai minggu lalu. Tetapi pada minggu lalu juga menjadi titik balik bahwa kita harus lebih introspeksi diri dan lebih berserah kepadaNYA sambil tetap berusaha menjalankan protokol-protokol yang diarahkan oleh pemerintah,” lanjur Ren.

Selama hampir 2 minggu berasa di rumah Ren memaksimalkan belanja lewat online atau menggunakan ojol.

“Agar tetap berkarya saya juga mulai membuat rekaman video suntingan kolagen bersama keluarga kakak beradik kami yang mempunyai makna mendekatkan diri kepadaNYA, dan kami share di berbagai media sosial sehingga dapat memberikan manfaat semangat kepada orang banyak (ya karena salah satu kemampuan keluarga kami adalah bernyanyi),” jelas Ren menceritakan cara menghilangkan rasa bosa selama social distancing.

Tentu saja Ren Tobing berharap wabah yang mendunia ini segera berakhir. Menurutnya dengan berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tetap berbelas kasih kepada umat manusia wabah ini segera berakhir.

“Inilah saatnya kita bersatu, baik secara satu bangsa. bahkan sebagai warga dunia untuk menuntaskan wabah virus Corona ini. Sehingga rasa kemanusiaan adalah diatas segala suku ras agama dan golongan, kita bahu membahu secara skala yang sangat kecil yaitu mengikuti arahan pemerintah melakukan social / physical distancing dan pola hidup sehat, atau sampai skala yang besar memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan. Ini akan mempercepat dan memutus mata rantai pandemic.Sehingga kita dapat kembali ke kehidupan yang normal dan lebih bersyukur, dan bersosialisasi sebagai mana manusia diciptakan (termasuk bermusik = bersosialisasi),” pungkas Ren. NSM/Tim NMC

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com