Ratu Meta Sesalkan Banyak Pihak yang Belum Bayar Karya Musisi

Jakarta, Lembaga Manajemen Kolektif LMK PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) yang mengurus dan mengelola dan mendistribusikan royalti Hak Terkait, bagi para musisi dan penyanyi, kemarin mendistribusikan royalti kepada sekitar 474 lebih anggotanya. Total royalti yang dibagikan tahun ini mencapai 1,69 miliar rupiah.

Dibanding tahun lalu yang jumlahnya mencapai angka Rp 1,1 Miliar, maka tahun ini mengalami peningkatan kurang lebih sekitar 500 juta rupiah. Uang tersebut, di-colect oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) melalui penggunaan karya para musisi di sejumlah tempat hiburan seperti rumah karaoke, restauran, stasiun televisi, mal-mal, hotel dan beberapa tempat hiburan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, banyak artis yang hadir seperti Ahmad Albar, Hesty Klepek-klepek, Andi vokalis Merpati, Dinda Permata dan Ratu Meta. Menurut Ratu Meta, banyak manfaat yang bisa dipelajari di PAPPRI ini.

“Kita bisa lebih mengenal dunia musik Indonesia. Ditambah suasana bulan puasa, banyak temen temen di sini, saling silahturrahmi,” ungkap pelantun single “Berdzikir” ini.

Namun dalam pertemuan PAPPRI tersebut, Ratu Meta baru tahu jika sampai saat ini masih banyak hotel-hotel dan restauran yang belum membayar, padahal Undang Undang Hak Cipta sudah mengatur tentang hal itu. Jika hotel-hotel yang tergabung dalam asosiasi PHRI sudah membayar semuanya, tentu hasilnya akan berlipat ganda.

“Iya sangat disayangkan, semoga ke depannya makin banyak yang sadar kewajibannya untuk menghargai dan membayar royalti,” pungkasnya. NSM/KimSadewa

Mau tau berita lainnya seputar Ratu Meta, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com