Rakhan Devana Newcomer Solois , Idola Baru Musik Tanah Air

Jakarta,Penyanyi asal Jakarta, Rakhan Devana, Rabu (4/3/2021) kemarin, merilis single terbarunya bertitel “Yowes” ke seluruh stasiun radio se-Indonesia. Anak muda itu dipastikan menjadi solois idola baru di percaturan industri musik tanah air.

Keberanian Rakhan, panggilan akrabnya, dalam memutuskan dan memilih rel genre musik kontemporer campursari (lagu berbahasa Jawa), bisa jadi akan menjadi ikonik kaum Adam generasi milenial yang mempelopori musik yang trend di pesisir peta utara pulau Jawa itu.




“Aku yakin dengan genre musik yang aku pilih ini, karena belum ada penyanyi seusiaku di NAGASWARA yang terjun di kontemporer populer,” terang remaja kelahiran 3 Oktober 2002 yang juga pernah memperkuat boyband LAKI itu.

Mengenai keberaniannya terjun di genre musik populer industri kontemporer ini, Rakhan Devana sampaikan kepada NAGASWARA News, Kamis (4/2/21).

Selain itu, Rakhan juga mengungkapkan, upaya yang dilakukan Didi Kempot dalam memperkuat musik campursari sebagai sebuah genre musik yang bisa populer di tanah air bahkan luar negeri, patut diacungi jempol.

“Bagi aku, ini luar biasa. Apa yang dilakukan almarhum Didi Kempot sangat-sangat menginspirasiku. Kenapa kita yang tinggal melanjutkan saja nggak bisa,” tambah Rakhan.

Meski terbilang pendatang baru di dunia musik, perjalanan karir Rakham Devano sempat diganjar MURI. Bersama grup vokalnya, LAKI, ia pernah terdaftar sebagai boyband dengan kategori “Jumpa Fans Terbanyak” di 56 kota Indonesia, tepatnya 118 lokasi.

Otomatis, mantan personil boyband itu punya banyak penggemar dari Aceh hingga Papua. Ini juga menjadi salah satu alasan Rakhan berani merilis singlenya dalam bahasa Jawa.

“InsyaAllah, perjuanganku dalam mempopulerkan salah satu bahasa atau budaya di tanah air, dalam hal ini bahasa Jawa di karya single Yowes, akan mendapat tempat di hati masyarakat musik Indonesia,” harap penyanyi yang kerap tampil berkacamata itu. NSM/(BBM)

Mau tau berita lainnya, baca disini




Share Yah

Comments

comments

diberitain.com