Populer, Tapi Caramel Band Mulai dari Nol Lagi

diberitain.com – Jakarta, Sulit dibayangkan, populer tapi harus mulai segala sesuatunya dari nol lagi. Dan kenyataan itu yang dijalani band Caramel. Nama mereka sempat melambung menyusul heboh lagu “Jauh” atau lagu “Gaby” di tahun 2008. Hanya saja, popularitas lagu tesebut menyisakan banyak masalah yang menguras energi. Caramel bahkan sampai harus bertarung di pengadilan tahun 2010 untuk membuktikan kepemilikan lagunya.

“Memang repot. Banyak masalah. Tapi kita bersyukur bisa peroleh hak kita. Itu yang jadi niat utama. Bukan mau tenar. Saya juga bersykur bisa kenal bagaimana industri musik,” terang Pay, gitaris Caramel.

Namun, sejak itu nama Caramel seolah hilang. Padahal, sebagai anak band, popularitas yang mereka peroleh dari single “Jauh” seharusnya dapat mempermuda perjalanan karier mereka dengan menciptakan nomor-nomor lain.

“Selepas berperkara di pengadilan, kita tidak punya label lagi. Makanya saya bilang, setelah lagu itu meledak, kita seperti memulai segala sesuatu dari nol lagi. Orang mengira Caramel suah tidak ada. Tapi kita tetap main dari panggung ke panggung di seputar kota Makassar,” terang Pay.

Tahun 2016, Pay dikontak bos NAGASWARA Rahayu Kertawiguna. Ia dan teman-temannya diminta bergabung dengan NAGASWARA dan berkarya kembali. Hal tersebut dirasakan Pay sebagai perhatian sekaligus tantangan. Saat itu juga Caramel membentuk formasi baru, Pay (gitar), Ivan (drum) dan Nini (vokal).

“Saya merasa bersyukur dan tertantang diberi kesempatan sama Pak Rahayu. Semoga karya-karya Caramel bisa dinikmati pecinta musik yang sudah tahu kiprah kami,” harap Pay. NSM/fif

Mau tau berita lainnya seputar Caramel Band, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com