Pengacara PT. NAGASWARA Publisherindo Masih Tunggu Itikad Baik Gen Halilintar

Jakarta, Kasus dugaan pelanggaran hak cipta antara PT. NAGASWARA Publisherindo Musik dan keluarga Gen Halilintar masih bergulir panas di pengadilan Negeri, Jakarta Pusat. Selama enam kali persidangan, keluarga Gen Halilintar atau yang mewakili mereka tidak hadir di pengadilan.

Rabu (5/2/2020) kemarin, akhirnya Sunan Kalijaga hadir di Pengadilan Nageri Jakarta Pusat dan megaku mendapat kuasa sebagai pengacara dari keluarga Gen Halilintar. Terkait tuntutan pihak tergugat, ia mengatakan memang ada keterkaitan yang menyangkut dengan hak cipta.

“Memang ada keterkaitan dengan hak cipta, tanpa meminta ijin dulu kepada pemilik,” ujar Sunan Kalijaga kepada awak media yang hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat.

Wartawan juga bertanya tentang tuntutan yang diajukan sebesar 5 Milyar atas kasus ini. Pihak Sunan Kalijaga menjawab bahwa itu dari segi peraturan perundang-undangannya memang demikian.

“Itu kan mengacu pada segi peraturan dan perundang-undangannya. Tapi kami kan belum memiliki dalil dong, hal-hal seperti itu,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan bahwa keluarga Gen Halilintar tengah berada di luar negeri. Hal tersebut yang membuat mereka tidak bisa hadir memenuhi panggilan pengadilan.

“Atta dan keluarga masih di luar negeri, bukannya tidak ada itikad baik, tapi kami selaku kuasa hukum tentunya akan mengupayakan dan mencari jalan terbaik, bagaimana solusi penyelesaian dari persoalan ini,” jelas Sunan.

Sementara itu, Yos Mulyadi sebagai kuasa hukum PT. NAGASWARA Publisherindo Musik mengatakan bahwa selama persidangan, pihak keluarga Gen Halilintar sama sekali tidak hadir. Dan melalui kuasa hukum mereka, sepertinya akan ada upaya perdamaian.

“Jadi pihak kami akan tunggu dan lihat upayanya seperti apa. Pada prinsipnya kami akan mendengar setiap upaya penyelesaian permasalahan hak cipta ini. Jadi kita akan tunggu itikad baiknya untuk perdamaian, sembari peroses persidangan tetap berjalan,” jelas Yos Mulyadi.

Persoalan kedua belah pihak berawal dari dugaan penggunaan lagu “Lagi Syantik” milik pedangdut Siti Badriah oleh keluarga Gen Halilintar tanpa seijin PT. NAGASWARA Publisherindo Musik.

Lewat akun YouTube officialnya keluarga Gen Halilintar mengupload video musik lagu tersebut dengan mengubah lirik lagu karya Yogi RPH dan Pian Daryono atau Donall Kinan Sammy itu. NSM/(KimSadewa)

Mau tau berita lainnya seputar NAGASWARA, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com