Pasukan Loro Ati, Sarat Pesan Moral di Single “Aku Sing Berjuang Kowe Sing Disayang”

Jakarta, Single “Aku Sing Berjuang Kowe Sing Disayang” karya keroyokan Pakle feat. RPH, Happy Asmara, Ndarboy Genk, dan Pendhoza yang dirilis NAGASWARA, kembali mencuri perhatian.

Hingga kini, video klip lagu tersebut yang diupload di YouTube pada 19 Agustus 2020 yang lalu, sudah ditonton lebih dari setengah juta kali.

Selain karena lirik lagunya yang kuat mengangkat tema tentang arti persahabatan, visual klip lagu “Aku Sing Berjuang Kowe Sing Disayang” juga mempresentasikan warna-warna budaya.

Penggarapan video klip single karya Yogi RPH dan Bayu Onyonk itu dilakukan di area Benteng Pendem Kaliurang, Yogyakarta.

“Tema lagu ini dari cerita nyata sahabat yang mengalami kisah dikhianati, dan rasanya sangat menyakitkan. Bahkan bekas lukanya takkan terlupa sampai kapan pun. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah merangkul banyak teman itu lebih baik daripada menciptakan satu musuh,” papar pentolan grup itu, Yogi RPH, saat berbincang dengan NAGASWARA News, Selasa (8/9/2020).

Karya musik “keroyokan” dengan nama Pasukan Loro Ati merupakan sebuah karya anak negeri yang sarat dengan pesan moral.

Penggarapan lagu ini juga melibatkan artis musik terkenal di pesisir wilayah utara pantai pulau Jawa ini, hingga produksi video klip yang semi kolosal.

Menurut Yogi, konsep musik maupun kelahiran Pasukan Loro Ati berdasarkan diskusi panjang dangan Pakle sebagai penyanyi utama, dan CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna.

“Kebetulan mereka konco-konco saya yang karyanya eksis dan mumpuni. Saya njawil (colek) mereka untuk berkolaborasi bukan hanya sekedar berkarya bersama. Tapi juga sharing banyak hal tentang musik dan realita hidup, termasuk realita dalam berkarya dan berkesenian,” jelas Yogi. NSM/BBM

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com