Jalan Panjang Elkasih Pulang ke Rumah

Jakarta, Band Elkasih berhasil memerdekakan 13 lagu mereka, dan memilih NAGASWARA Publisherindo Musik sebagai rumah baru lagu-lagu tersebut. Untuk mendapatkan hak atas lagu-lagu mereka, Elkasih butuh waktu lebih dari 10 tahun.

Pentingnya perjuangan para personil band itu; El Ari (keybord), El Ibnu (vokal), El Arief (drum), El Fajar (bas) dan El Opick (gitar), maka tanggal 10 November, bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Selasa kemarin, mereka menggelar konperensi pers bersama NAGASWARA.

“Ya momen Hari Pahlawan ini senagaja kita pilih. Lagu-lagu kita sudah bebas dari penguasaan label lama, dan sekarang kita percayakan pengelolaannya kepada NAGASWARA Publisherindo Musik,” jelas El Ari kepada NAGASWARA News di kantor NAGASWARA, Selasa (10/11/2020).

Ada 13 lagu Elkasih, termasuk hits mereka “Kau Tigakan Cinta” yang dipercayakan pengelolaanya kepada NAGASWARA. Lagu-lagu tersebut diambil dari dua album Elkasih, yakni “Pesan Dari Surga” (2008) dan album “Cinta Itu Ada” (2010). Hampir semua merupakan ciptaan El Ibnu yang kini lumpuh.

“Yang penting kita tahu saja lah lagu kita dapat berapa gitu. Meskipun hanya Rp1 kalau ada laporannya ya itu hak kita,” tambah El Ari.

Sementara, NAGASWARA yang selama ini dikenal sebagai label yang konsisten memperjuangkan hak cipta para musisi, dengan tangan terbuka menerima pengelolaan lagu-lagu band yang dibentuk pada 1 Januari 2008 itu.

“Intinya kita support. Lagu-lagu itu kan hak dan warisan buat anak cucu mereka. Masternya masih milik dan dipegang Elkasih. Kita hanya mengelola penggunaan lagu-lagu tersebut saja,” terang Rahayu Kertwiguna, CEO NAGASWARA di lokasi yang sama.

Nama Elkasih band mencuat lewat lagu “Kau Tigakan Cinta” pada awal tahun 2000 an. Lagu tersebut menjadi lagu pilihan radio-radio di Indonesia, termasuk duduk di chart teratas pemakaian Ringbacktone (RBT) dan lagu latar sejumlah FTV.

Selain persoalan internal, Elkasih juga mengaku punya masalah dengan label pertama mereka. Para personil band itu merasa tidak mendapatkan laporan atas penjualan lagu-lagu mereka, terutama pada album kedua.

“Kami tidak pernah mendapatkan sepeser pun hak kami. Itulah permasalahannya selama 10 sampai 12 tahun. Baru sekarang kami dapat memerdekakan hak-hak kami yang sempat tersandera,” ungkap El Ari.

Saat ini, sedikit banyak persoalan band itu mulai terurai. Selain memilih NAGASWARA Publisherindo Musik sebagai pengelola lagu-lagu mereka, para personil band itu juga berupaya menghidupkan kembali Elkasih dengan mencari vokalis baru.

El Ibnu yang tidak lagi bisa menyanyi karena stroke dan hanya bisa duduk di kursi roda, tetap dipercaya sebagai pencipta lagu untuk Elkasih. Bagi rekan-rekannya di Ekasih, peran El Ibnu tidak tergantikan.

“El Ibnu tidak tergantikan. Dia masih bisa menulis lagu-lagu untuk Elkasih. Kita seperti berjalan pulang ke rumah dan menemukan kedamaian. Semoga tidak ada masalah ke depan,” harap El Ari. NSM/(A3)

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com