Firman Siagian, Introspeksi dari Musibah Banjir

Jakarta, Banjir yang melanda ibukota Jakarta dan wilayah provinsi Banten serta Jawa Barat di pembuka tahun baru 2020 yang lalu, setidaknya dapat dijadikan pengalaman oleh pemerintah dan masyarakat sipil agar lebih peduli dengan keadaan lingkungan. Kepedulian kita terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Jangan kita saling salah menyalahkan ketika banjir terjadi. Hal ini diungkapkan Firman Siagian ketika dihubungi NAGASWARA News, Selasa (14/2/2020).

“Walaupun saya tinggal di Bandung dan tidak terkena banjir, namun saya bisa merasakan sebagian masyarakat yang mengalami langsung dari bencana bamjir kemarin. Mungkin bencana ini kita jadikan pengalaman yang berharga, terutama dalam intropeksi diri. Karena banjir itu terjadi dari kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan”, ujar vokalis ST12 itu.

Semantara, di lain sisi, kejadian banjir yang baru lalu itu pun masih menimbulkan polemik, pro dan kontra di media massa dan media sosial. Dari saling salah menyalahkan hingga tuntutan class action dari masyarakat yang ditujukan kepada pemerintah daerah, khususnya DKI Jakarta.

“Sekarang ini saatnya kita peduli dan saling bahu membahu mengulurkan bantuan kepada mereka yang tertimpa musibah banjir. Kita harus bijak dalam menghadapi setiap masalah, karena banjir yang terjadi adalah bagian dari akumulasi bobroknya hutan yang tak hijau lagi, yang dilakukan segelintir oknum yang tak bertanggung kawab dalam dunia pertambangan. Sudah 3 hari koran nasional membahas ini, makanya kita sebagai manusia harus lebih intropeksi dari kejadian banjir kali ini”, jelas Firman. NSM/(BBM)

Mau tau berita lainnya seputar Firman Siagian, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com