Dangdut Hybrid ala GTI

Jakarta, GTI (Global Tour Idol) adalah boyband yang kian fokus menapaki karir di Indonesia. Berbeda dengan boyband lainnya, GTI dengan format terkini Dong Gyun dan Sibong mengenalkan formula baru dalam konsep bermusik mereka. Kpop Hybrid dalam istilah musik GTI yang merupakan konsep penggabungan berbagai warna musik yaitu Kpop unsur dangdut dan EDM,

“Kenapa dangdut? Karena kami mau fokus di Indonesia dan orang Indonesia suka dangdut, dangdut musik yang popular di sini. Musik dangdut juga sangat familiar dengan kami, di Korea ada berbagai jenis musik, dan ada nada-nadanya yang mirip dengan dangdut, jadi kami berpikir dangdut cocok dengan kami,” ujar Donggyun di Tamini Square, Jakarta Timur, Jumat (16/2/2019).

Kpop Hybrid GTI dimulai dari cover lagu “Lagi Syantik” Siti Badriah yang menjadi fenomena dunia. GTI mengenalkan “Lagi Kece” versi lain “Lagi Syantik” Siti Badriah dan langsung menarik perhatian pecinta musik Indonesia. Berbekal rumus yang sama GTI mengenalkan single
keduanya di industri musik Indonesia dengan karya “Rindu Itu Berat”.

“Lagu ini bercerita tentang tiga sahabat dimana salah satunya adalah wanita. Dan tanpa disadari kebersamaan mereka menumbuhkan rasa di dalam diri masing-masing, ada saat dimana mereka tidak bersama dan menahan rindu yang begitu berat, tetapi mereka tidak bisa mewujudkan rasa itu, karena mereka adalah sahabat,” ucap Donggyun.

“Rindu Itu Berat” menjadi salah satu misi GTI bisa menjadi pioneer mempopulerkan dangdut di negara asalnya, Korea Selatan. “GTI juga ingin mempromosikan budaya Indonesia di Korea Selatan,” Pungkas Donggyun. NSM/(ary)

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com