Ayah Baim TDC Meninggal Dunia, Ada Nostalgia di Lagu ‘Surfing With My Dad’

Jakarta, Ibrahim Imran atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Baim “The Dance Company” (TDC), tengah berduka. Gitaris dan vokalis itu baru saja kehilangan ayahanda tercintanya, Muhammad Ali Imran.

Sang ayah yang juga gitaris handal itu, meninggal pada Rabu (4/11/2020) sekitar jam 03.00 WIB pagi dalam usia 76 tahun. Istri Baim, Artika Sari Devi mengungkapkan, kepergian bapak mertuanya terkesan sangat mendadak.

Menurut “Putri Indonesia” tahun 2004 itu, sekitar jam 2 pagi dini hari, adiknya Baim yang bernama Annissa membawa mertuanya ke rumah sakit karena mengeluh sesak napas. Namun karena rumah sakit yang dituju sedang steril, mereka mencari rumah sakit lain.

“Sudah dikasih bantuan alat pernapasan, tapi kondisi jantungnya makin lemah, dan akhirnya meninggal,” terang Artika Sari Devi kepada wartawan di TPU Penggilingan, Jalan Layur, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2020) siang.

Selepas sholat Zuhur, gitaris band The Steps itu sudah dimakamlan di TPU Penggilingan, Jalan Layur, Rawamangun, Jakarta Timur. Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulo Gadung, Jakarta Timur sekitar jam 11 pagi.

Alamarhum Muhammad Ali Imran dikenal sebagai salah satu gitaris ulung di tanah air. Di era 60-an, namanya disejajarkan dengan gitaris-gitaris hebat lainnya seperti Enteng Tanamal, Jopie Item dan Ireng Maulana.

Karirnya bermusik mendiang Imran tidak hanya di tanah air, tapi hingga ke negeri jiran seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong. Tahun 1970, The Steps yang diawaki Imran, bahkan dikontrak label Phillps Singapura untuk merilis album.

Mudah dipahami, bakat bermain gitar Baim memang menurun dari ayahandanya. Di NAGASWARA, Baim, kelahiran Hong Kong tahun 1975 itu sempat merilis sebuah album solo gitar berjudul “Cahaotic Gemini” tahun 2011.

Uniknya, dalam album tersebut, Baim memasukkan sebuah nomor berjudul “Surfing With My Dad”. Dengan siapa instrumen manis gitar itu ia mainkan? Ya, siapa lagi kalau bukan dengan sang ayah, Imran The Step.

Kepada NAGASWARA News, Baim mengatakan bahwa ayahnya merupakan pahlawan yang pertama kali memperkenalkannya kepada gitar. Sebagai nostalgia, permainan gitar ayah-anak itu tampil dengan nuansa 60-an.

“Ya dedikasi buat dialah, karena dulu gue juga bisa main gitar gara-gara dia kan. Ya sesuai judulnya ‘Surfing With My Dad’, ya kita main gitar yang jaman dulu itu. Ya jadinya saya surfing sama Bapak,” terang Baim. NSM/(A3)

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com