Ariyo Wahab TDC Bintangi Film Merah Putih Memanggil

diberitain.com – Jakarta, Bertepatan dengan HUT TNI ke 72 film Merah Putih Memanggil tayang perdana di seluruh bioskop di Indonesia. Film ini bercerita mengenai operasi pembebasan sandera yang dilakukan Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu personil The Dance Company, Ariyo Wahab menjadi pemeran utama dalam film ini.

Ariyo sendiri berperan sebagai teroris bernama Diego yang menyekap para sandera. Dia harus berhadapan dengan para TNI yang mencoba menyelamatkan para sandera. Film ini juga turut diperankan oleh para TNI itu sendiri.

Lokasi shooting bertempat di sebuah hutan karena itulah markas Diego dan kawan-kawannya. Jadi, Ariyo beserta pemain film lainnya harus menghabiskan waktu selama 49 hari di hutan.

“Diego memang rumahnya di hutan, istrinya senjata, musuh adalah tikus-tikus yang lucu bagi dia. Kita ngapa-ngapain semua di hutan, makan, tidur, (karena) basecamp sangat jauh. Jadi, kita enggak ada waktu untuk nanjak,” ujar Ariyo kepada wartawan.

Cerita perjuangan seorang TNI membuat Ariyo salut pada para abdi negara ini. Ia merasa apa yang masyarakat lakukan saat ini dengan aman dan nyaman adalah berkat perlindungan TNI yang menjaga Indonesia.

“Perjuangan mereka bukan hanya di medan tempur, perjuangan mereka bahkan sudah dimulai ketika mereka masih berada dirumah. Ketika mereka harus pamit kepada anak dan Istri, ketika mereka melihat keihkhlasan yang terpancar di wajah sang Istri, ketika mereka harus menjawab pertanyaan kapan mereka akan kembali ke rumah, ketika mereka berdoa memohon kepada Sang Kuasa, Maha Pencipta, ketika mereka melangkah pergi dari rumah. Semua itu mereka lakukan untuk membela dan menjaga nama baik negara INDONESIA. MERAH PUTIH MEMANGGIL mereka. LEBIH BAIK PULANG NAMA DARIPADA GAGAL DALAM TUGAS. KOMANDO! Sukseskah mereka menyelamatkan semua sandera dari tangan teroris yang kejam? Akankah mereka selamat dan kembali kerumah? Masih adakah kesempatan mereka untuk bertemu lagi dengan anak dan Istri tercinta?,” ungkap Ariyo Wahab menceritakan perjuangan seorang anggota TNI. NSM/Rul

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com