Apoy Wali Ungkap Kisah di Balik Rilis Lagu Serpihan Hatiku

Jakarta, Wali band baru saja merilis video klip single “Serpihan Hatiku” awal pekan kemarin. Namun, banyak pertanyaan dari penggemar Wali (Para Wali) terkait lagu ciptaan Apoy tersebut. Pasalnya, banyak Para Wali yang sudah mendengar lagu itu sejak lama.

Mereka bertanya, jika “Serpihan Hatiku” sudah lama diciptakan, kenapa baru sekarang Wali membuat video klip lagu itu. Pertanyaan dari Para Wali tersebut kemudian dijawab oleh Apoy.

Namun, Apoy sendiri tidak dapat memastikan tahun berapa ia menciptakan lagu “Serpihan Hatiku”. Ia hanya menyebut antara tahun 2014 atau 2015, lagu yang baru dibuatkan video klipnya itu diciptakan.

“Gue juga lupa sih. Mungkin di tahun 2014-2015 kali, yah. Sekitar segitu kali, yah. Lupa juga. Tahun aja udah lupa, apalagi bulan sama tanggalnya,” kata Apoy saat menjawab pertanyaan Tomi (drumer Wali) dan Ovie (keyboard Wali) mewakili Para Wali seperti yang ditayangkan di channel YouTube Wali TV, Ahad (2/8/2020) kemarin.

Apoy menambahkan, Wali sudah menyelesaikan rekaman lagu itu sejak lama. Hanya saja, pihaknya belum sempat merilis “Serpihan Hatiku” sebagai single. Tanpa diduga, lagu tersebut sudah di-upload di YouTube pihak lain dengan viewer lebih dari satu juta.

“Kita emang udah nge-take lagu ini. Drumnya udah, bas, vokal, keyboard udah. Udah ada di project. Eh, tiba-tiba bocor begitu aja. Bocor alus. Ada di YouTube orang. Viewernya sampai 1,5 M kalalu nggak salah,” lanjut Apoy.

Alhasil, bersama NAGASWARA, Wali memasukkan lagu “Serpihan Hatiku” dalam album mereka, “Wali 20.20” yang dirilis pada bulan Maret 2020 lalu. Album tersebut menandai 20 tahun perjalanan Wali di industri musik tanah air.

“Yang jelas, versi kali ini agak berbeda dengan versi yang sudah pernah beredar sebelumnya. Aransemennya diubah sedikit supaya agak lebih fresh. Tapi pada intinya, source-source audionya di situ adalah source-source audio lama. Tapi kita buat kemasannya jadi lebih baru,” terang pencipta lagu-lagu Wali itu.

Terkait kenapa lagu “Serpihan Hatiku” baru dirilis sebagai single dan dibuatkan video klipnya sekarang, Apoy menyebut hal tersebut sebagai takdir. Ia mengibaratkannya dengan sebutan “Teori Marketing Lauful Mahfudz”, atau “Teori Marketing Takdir”.

“Ini namanya ‘Teori Marketing Lauful Mahfudz’,” jawab Apoy yang langsung disambung tawa Tomi dan Ovie. “’Teori Marketing Lauful Mahfudz’. Takdir. ‘Teori Marketing Takdir’!” NSM/(aa)

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com