Apoy Bukan Gitaris (Wali) Lagi?

Jakarta, Ucapan Apoy bukan lagi gitaris (Wali) tercetus dari bibir Roby Tremonti yang memerankan sosok preman bernama Rohmat dalam sinetron “Amanah Wali 4“. Sinetron tersebut tayang reguler di RCTI.

Ternyata, Roby alias Rohmat punya alasan tersendiri mengatakan Apoy bukan seorang gitaris lagi, tapi sebaliknya aktor jempolan.




Pasalnya, saat keduanya beradegan dialog dalam sinetron itu, Roby terkesima dengan pemahaman agama yang dikuasai Apoy. Terutama, soal ajaran Al Qur’an dan Hadits.

“Apoy bukan gitaris lagi. Apoy itu pemain. Dialog sepanjang kaya gitu, tapi aktingnya bukan hanya hafalin. Apalagi tentang dakwah. Berarti Pak Haji Apoy itu benar-benar menguasai materi. Menguasai haditsnya dalam bahasa Arab. Berarti dia tahu kontennya yang dia baca di sini,” puji Roby Tremonti seperti yang dilihat NAGASWARA News di konten YouTube Wali TV, Kamis (28/1/2021).

Sebaliknya, Apoy justru menganggap akting yang ia mainkan juga dipengaruhi pendalaman karakter dari Roby. Apalagi, saat keduanya membicarakan soal kematian yang menurutnya membuat sebagian besar orang menjadi depresi.

“Tapi ini mudah-mudahan inspirasi (satu). Kedua, saya pribadi kebawa juga oleh apa yang dimainkan atau diperankan oleh seorang Roby terhadap Rohmat di karakternya ini,” terang Apoy merendah.

“Apoy bukan gitaris, Bro. Sorry, sekarang gue bukan jadi pemain, gue jadi gitaris,” sambung Roby Tremonti yang menganggap pujian Apoy kepada dirinya sebagai komplimen.

Melihat latar belakang Apoy yang bernama asli Aan Kurnia, boleh jadi Roby Tremonti tidak salah. Meski terjun di dunia seni, baik sebagai gitaris Wali dan berakting dalam sinetron, akar Apoy adalah seorang santri dan lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lagu-lagu Wali yang ia ciptakan lekat dengan nuansa religi. Saat ini, Apoy tengah mengambil S2 di STIE Lantansha Mashiro, termasuk mengajar di pesantren La Tansa, Lebak, Banten. Sesekali, lelaki berkacamata itu juga tampil berdakwah. NSM/(A3)

Mau tau berita lainnya, baca disini




Share Yah

Comments

comments

diberitain.com