Album POPnesia Dibajak Presiden Harap Blusukkan

diberitain.com – Jakarta, Produk fisik original musik yang dirasa memiliki daya saing lebih rendah dari produk fisik bajakkan dijawab dengan label NAGASWARA melalui produk fisik musik ekonomis. Sebuah solusi NAGASWARA memerangi produk bajakkan ternyata mengundang prokontra, terutama dari para pemerhati musik yang merasa musik Indonesia janganlah sampai menyentuh harga ekonomis .

“Saya menilai janganlah menjual dengan harga seekonomis itu untuk album Popnesia,di album ini bermaterikan karya berkualitas dengan musisi top, disini ada Hengky Kurniawan dengan Sonya, Delon bahkan ada Jeslin serta artis Internasional, bagaimana dengan royalti yang sampai kepada mereka jika nilai jualnya begitu ekonomis ” ungkap Pengamat musik Budi Ace di launching album Popnesia Mitra Terence Gatot Subroto
(30-11-2017).

CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna memaklumi pendapat para pemerhati musik Indonesia atas solusi harga ekonomis. Namun gencarnya produsen produk bajakkan mengepung pasar tidak mengelakkan untuk NAGASWARA terus mencari terobosan.

“Produk itu tergantung market dalam menentukan mau harga sepuluh ribu dua puluh lima ribu atau seratus ribu. saya cuma minta ada yang menyampaikan untuk Pak Presiden turun blusukkan ke pasar musik Indonesia secara langsung. lihat langsung industri musik Indonesia saat ini yang mungkin kalau Pak Presiden turun blusukkan dan melihat produk bajakkan dan beliau tahu . saya rasa para pembajak langsung stop jika pak Presiden Jokowi turun”,  ucap CEO NAGASWARA sekaligus Wakil Ketua PAPPRI Rahayu Kertawiguna. NSM/Ary

Share Yah

Comments

comments