13 Tahun Karya Rock & Roll TDC di NAGASWARA

Jakarta, Sejak muncul pertama kali grup musik rock The Dance Company (TDC) di industri musik tanah air, pecinta genre musik rock menaruh harapan besar kepada grup band TDC ini, agar musik rock kembali bergema di Republik Indonesia. Band TDC yang didirikan dengan formasi Ariyo (vokal), Nugie (drum), Pongky (bas), dan Baim (gitar) terbentuk karena alasan kebersamaan semua personilnya mengikuti KTT Pemanasan Global di Bali pada tahun 2007 silam, akhirnya tak terbendung karya pertamanya terkenal di tahun 2009 lewat debut single Papa Rock & Roll.

Mengenai band TDC berkarya dan ber-evolusi di industri musik sedari dulu hingga kini, CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna menyampaikannya kepada NAGASWARA News di ruang kerjanya, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (14/12/2020).

“TDC itu band yang anomali dan karyanya transenden, karena personilnya semuanya penyanyi terkenal sekaligus hits maker. Makanya pada saat itu saya yakin seribu persen kalau band ini akan bergema di blantika musik,” jelas peraih Produser Pejuang Hak Cipta dari PAPPRI ditahun 2020 itu.

Membuat terkenal dan merawat sebuah band yang personilnya sudah eksis sebelumnya, diperlukan kerjasama khusus. Tentunya saling percaya satu dengan yang lain dalam berkarya dan tanggung jawab untuk sebuah komitmen.

“Saya selalu menghargai demokrasi bermusik dalam berkarya dan berkomunikasi dengan para musisi di NAGASWARA, ini juga yang saya jalin bersama personil band The Dance Company (TDC). Semoga Dirgahayu TDC ke-13 ini adalah sebuah bukti kerja bersama antara TDC dengan NAGASWARA di masa lalu, masa kini dan masa mendatang,” pungkas Rahayu Kertawiguna. NSM/(BBM)

Mau tau berita lainnya, baca disini

Share Yah

Comments

comments

diberitain.com